Agus, Sutiono (2025) CASE REPORT : PENERAPAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KELELAHAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUANG HD RSUD SLEMAN. Tugas Akhir thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA HUSADA.
KIAN Agus Sutiono PN241034.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Pendahuluan:
Gagal ginjal kronis adalah suatu kondisi kompleks yang disebabkan ginjal tidak mampu berfungsi dengan baik akibat dari kerusakan struktur atau fungsional ginjal yang menyebabkan akumulasi cairan dan limbah yang berlebihan di dalam darah. Hemodialisis menjadi terapi pengobatan utama yang dilakukan pasien gagal ginjal kronis. Fatique atau kelelahan merupakan salah satu efek samping dari hemodialisa. Fatigue yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan hipotensi, lemas, kram pada otot, pusing dan mual muntah, dan, selain itu berdampak pada konsentrasi, proses berpikir, gangguan hubungan sosial dan kualitas hidup dari pasien. Penatalaksanaan non farmakologi bisa menggunakan relaksasi otot progresif. Case report ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kelelahan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di Ruang HD RSUD Sleman.
Metode:
Jenis penelitian ini yaitu laporan kasus (case report) dengan menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dilaksanakan selama hemodialisis. Populasinya yaitu pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis dengan sampel 2 responden kelompok eksperimen dan 2 responden kelompok kontrol dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditentukan.
Hasil:
Pada kelompok intervensi responden pertama Ny”P” setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif yang awalnya skore tingkat kelelahan sebesar 24 (Fatigue sedang) menjadi sebesar 34 (Fatigue ringan). Sedangkan pada responden kedua (Bp.”H”) setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif yang awalnya skore tingkat kelelahan sebesar 26 (Fatigue sedang) menjadi 31 (Fatigue ringan). Pada kelompok kontrol bahwa pada responden pertama Bp”S” dan responden kedua Ny”W” sebelum (pre) edukasi skore tingkat kelelahan sebesar 29 (Fatigue sedang) dan setelah (post) dilakukan edukasi tanpa terapi relaksasi otot progresif sebesar 30 (Fatigue sedang).
Kesimpulan:
Terapi otot progresif efektif dalam menurunkan kelelahan pada pasien yang menjalani hemodialisis.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir ) |
|---|---|
| Creators: | Creators NIM/NIDN Email Agus, Sutiono PN241034 UNSPECIFIED |
| Contributors: | Contribution Thesis Advisor NIDN/NIDK Email Thesis advisor Patria, Asda 0527038201 UNSPECIFIED Thesis advisor Yustina, Erna Budi Astuti UNSPECIFIED UNSPECIFIED |
| Corporate Creators: | RSUD SLEMAN |
| Uncontrolled Keywords: | Gagal ginjal kronis, relaksasi otot progresif, case report |
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 616 Penyakit |
| Thesis Strata: | Sarjana (S1) |
| Divisions: | PROFESI NERS |
| Depositing User: | Unnamed user with email lib.wirahusada@gmail.com |
| Date Deposited: | 13 Oct 2025 03:30 |
| Last Modified: | 13 Oct 2025 03:30 |
| URI: | http://repository.stikeswirahusada.ac.id/id/eprint/734 |

