Musalti, Muhammad (2024) HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA USIA 19-59 TAHUN DI DESA PURWOMARTANI PUSKESMAS KALASAN. Skripsi thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA HUSADA.
![[thumbnail of KP2001429_BAB 1_BAB V_ dan Daftar_Pustaka_compressed.pdf]](http://repository.stikeswirahusada.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
KP2001429_BAB 1_BAB V_ dan Daftar_Pustaka_compressed.pdf - Published Version
Download (410kB)
![[thumbnail of BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf]](http://repository.stikeswirahusada.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (444kB)
![[thumbnail of KP2001429_Musalti Muhammad_Naskah Publikasi.pdf]](http://repository.stikeswirahusada.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
KP2001429_Musalti Muhammad_Naskah Publikasi.pdf - Published Version
Download (272kB)
Abstract
Latar belakang :
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit kronis yang tidak ditularkan dari orang ke orang, Dampak dari penyakit tidak menular(PTM) yang banyak dimasyarakat terutama pada dewasa antara lain kurangnya aktivitas fisik. Pada orang dewasa aktivitas fisik diperlukan untuk mengurangi berbagai penyakit tidak menular dan kematian dini.
Tujuan penelitian :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian penyakit tidak menular pada usia 19-59 tahun di Desa Purwomartani Puskesmas Kalasan
Metode :
Penelitian ini menggunakan desain metode case-control analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cros sectional. Responden pada penelitian ini adalah 100 responden yang dibagi menajdi 2 kategori yaitu kasus (PTM) dan kontrol (Non PTM). Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik nonprobability sampling. Alat ukur yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu kuesioner global physical activiti (GPAQ) yang dikembangkan oleh WHO.
Hasil :
Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan Chi-Square didapatkan nilai P Value 0.000 < 0.05, dan nilai OR sebesar 6.0 (2.05-17.58) dan 8.50 (2.49-29.00) artinya responden dengan aktivitas fisik rendah mempunyai kemungkinan 6.0 sampai 8.50 kali menderita penyakit tidak menular dibandingkan dengan responden yang melakukan aktivitas fisik sedang maupun berat.
Kesimpulan :
Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian penyakit tidak menular pada usia 19-59 tahun di Desa Purwomartani.
Item Type: | Thesis (Skripsi ) |
---|---|
Creators: | Creators NIM/NIDN Email Musalti, Muhammad KP.20.01.429 UNSPECIFIED |
Contributors: | Contribution Thesis Advisor NIDN/NIDK Email Thesis advisor Murgi, Handari 0529066901 UNSPECIFIED Thesis advisor Nur, Anisah 0511088003 UNSPECIFIED |
Corporate Creators: | PUSKESMAS KALASAN |
Uncontrolled Keywords: | Aktivitas Fisik, Penyakit Tidak Menular |
Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 614 Kedokteran forensik; insiden cedera, luka, penyakit |
Thesis Strata: | Sarjana (S1) |
Divisions: | KEPERAWATAN (S1) |
Depositing User: | Unnamed user with email lib.wirahusada@gmail.com |
Date Deposited: | 26 Mar 2025 03:17 |
Last Modified: | 26 Mar 2025 03:17 |
URI: | http://repository.stikeswirahusada.ac.id/id/eprint/599 |