Pira, Pebiharyanti (2026) HUBUNGAN MENGKONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL DENGAN GEJALA GANGGUAN PENCERNAAN PADA MAHASISWA SUMBA DI YOGYAKARTA. Other thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA HUSADA.
KP2201589_BAB-I_BAB-V_DAN_DAFTAR_PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (656kB)
KP2201589_BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (422kB)
KP2201589_Pira Pebiharyanti_NASKAH PUBLIKASI_compressed.pdf - Published Version
Download (324kB)
Abstract
Latar Belakang:
Mahasiswa berada pada fase transisi menuju dewasa awal yang penuh dengan tantangan akademik serta perubahan gaya hidup. Dalam menghadapi beban mental maupun sosial, sebagian mahasiswa memilih mekanisme koping yang tidak sehat seperti mengonsumsi alkohol, yang sering kali dipengaruhi oleh latar belakang budaya daerah asal atau pergaulan teman sebaya. Konsumsi alkohol secara berlebihan merupakan faktor risiko yang dapat membahayakan kesehatan fisik, khususnya sistem pencernaan, karena sifatnya yang mengiritasi mukosa lambung dan dapat memicu peningkatan asam lambung hingga menyebabkan gangguan seperti gastritis atau dispepsia fungsional.
Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mengonsumsi minuman beralkohol dengan gejala gangguan pencernaan pada Komunitas Mahasiswa Sumba di Yogyakarta.
Metode:
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laki-laki yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Sumba di Yogyakarta yang berjumlah 55 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga diperoleh 55 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel konsumsi alkohol diukur menggunakan kuesioner adopsi instrumen AUDIT (Alcohol Use Disorders Identification Test) dari WHO (10 item), sedangkan gejala gangguan pencernaan diukur menggunakan kuesioner adopsi (9 item).
Hasil:
Analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat konsumsi alkohol kategori rendah sebesar 80,0% (44 responden) dan mengalami gejala gangguan pencernaan kategori ringan sebesar 80,0% (44 responden). Hasil analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai signifikansi p-value = 0.838 (p > 0.05) dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,028.
Kesimpulan:
Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara mengonsumsi minuman beralkohol dengan gejala gangguan pencernaan pada Komunitas Mahasiswa Sumba di Yogyakarta. Gejala gangguan pencernaan yang muncul kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor multifaktorial lain seperti kurang tidur, pola makan tidak teratur, atau stres, sementara tidak adanya hubungan yang bermakna didukung oleh faktor usia produktif yang memiliki regenerasi sel mukosa optimal serta jenis alkohol yang dikonsumsi mayoritas berupa arak tradisional alami.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konsumsi Alkohol, Gejala Gangguan Pencernaan, Mahasiswa, Komunitas Sumba. |
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 616 Penyakit |
| Divisions: | KEPERAWATAN (S1) |
| Depositing User: | Unnamed user with email lib.wirahusada@gmail.com |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 04:05 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 04:05 |
| URI: | https://repository.stikeswirahusada.ac.id/id/eprint/991 |
