Lompat ke konten utama

GAMBARAN KESEMBUHAN PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN KOMORBID DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUANG POLI RUMAH SAKIT PARU RESPIRA YOGYAKARTA

MONICA, AYU PRABOWOSLATRI (2026) GAMBARAN KESEMBUHAN PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN KOMORBID DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUANG POLI RUMAH SAKIT PARU RESPIRA YOGYAKARTA. Other thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA HUSADA.

[thumbnail of KPP2401551_BAB-I_BAB-V_dan_Daftar_Pustaka_compressed.pdf] Text
KPP2401551_BAB-I_BAB-V_dan_Daftar_Pustaka_compressed.pdf - Published Version

Download (527kB)
[thumbnail of KPP2401551_BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf] Text
KPP2401551_BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (825kB)
[thumbnail of KPP2401551_MONICA AYU PRABOWOSLATRI_NASKAH PUBLIKASI.pdf] Text
KPP2401551_MONICA AYU PRABOWOSLATRI_NASKAH PUBLIKASI.pdf - Published Version

Download (843kB)

Abstract

Latar belakang:
Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, yang menempati urutan kedua beban TB tertinggi di dunia dengan sekitar 1.060.000 kasus baru per tahun. Komorbiditas dengan Diabetes Mellitus tipe II (DMT2) diketahui dapat memperburuk hasil pengobatan TB melalui penurunan imunitas seluler dan gangguan farmakokinetik obat anti-TB (OAT). RS Paru Respira Yogyakarta mencatat 120 kasus TB-DM dalam periode 2022–2024.

Tujuan penelitian:
Mengetahui gambaran kesembuhan pasien TB dengan komorbid DMT2 di Poli Paru RS Paru Respira Yogyakarta.

Metode penelitian:
Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kohort retrospektif. Subjek penelitian adalah 70 pasien TB dengan komorbid DMT2 yang menjalani pengobatan di RS Paru Respira Yogyakarta periode Januari 2021–Desember 2024. Data diambil dari rekam medis, register TB, dan SITT. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat.

Hasil:
Dari 70 pasien TB dengan komorbid DMT2, angka kesembuhan mencapai 82,9% (58 pasien), dan treatment success rate sebesar 91,5% jika dikombinasikan dengan pengobatan lengkap (8,6%). Kelompok paruh baya (45–60 tahun) mendominasi dengan 54,3%, dengan proporsi laki-laki 61,4%. Durasi pengobatan terbanyak adalah 9 bulan (37,1%). Sebagian besar pasien (91,4%) memiliki HbA1c tidak terkontrol (≥6,5%) pada awal pengobatan. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara usia (r=-0,023; p=0,852), HbA1c (r=-0,177; p=0,158), maupun jenis kelamin (U=503,0; p=0,329) dengan lama pengobatan.

Kesimpulan:
Program penatalaksanaan TB dengan komorbid DMT2 di RS Paru Respira Yogyakarta telah mencapai treatment success rate 91,5%, melampaui target nasional ≥90%. Kontrol glikemik yang buruk mendominasi populasi penelitian, namun tidak terbukti berhubungan signifikan dengan lama pengobatan. Perawat memiliki peran penting dalam edukasi kepatuhan OAT dan manajemen glikemik secara terpadu.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis, Diabetes Mellitus Tipe II, Kesembuhan, HbA1c, Pengobatan TB
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 616 Penyakit
Divisions: KEPERAWATAN (S1)
Depositing User: Unnamed user with email lib.wirahusada@gmail.com
Date Deposited: 09 Oct 2026 03:45
Last Modified: 09 Oct 2026 03:45
URI: https://repository.stikeswirahusada.ac.id/id/eprint/988

Actions (login required)

View Item
View Item