Lompat ke konten utama

HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI BPSTW BUDI LUHUR BANTUL YOGYAKARTA

Ummi, Rachmawati (2026) HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI BPSTW BUDI LUHUR BANTUL YOGYAKARTA. Other thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA HUSADA.

[thumbnail of File 1. KP1901398_BAB-I_BAB-V_dan_Daftar_Pustaka.pdf] Text
File 1. KP1901398_BAB-I_BAB-V_dan_Daftar_Pustaka.pdf - Published Version

Download (543kB)
[thumbnail of File 2. BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf] Text
File 2. BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (340kB)
[thumbnail of Naskah Publikasi Ummi Rachmawati...pdf] Text
Naskah Publikasi Ummi Rachmawati...pdf - Published Version

Download (469kB)

Abstract

Latar Belakang:
Penuaan penduduk meningkatkan beban penurunan fungsi kognitif yang berkaitan dengan kemandirian, partisipasi sosial, dan persepsi kualitas hidup lansia, terutama pada kelompok yang tinggal di fasilitas pelayanan sosial.

Tujuan Penelitian:
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia di BPSTW Budi Luhur, Bantul, Yogyakarta.

Metode:
Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain potong lintang dilaksanakan pada Desember 2025. Dari populasi 80 lansia, sebanyak 50 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih menggunakan purposive sampling. Fungsi kognitif dinilai dengan Mini-Mental State Examination, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan World Health Organization Quality of Life-BREF. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel. Pada analisis bivariat, fungsi kognitif dikelompokkan menjadi normal-gangguan ringan dan gangguan berat, sedangkan kualitas hidup dikelompokkan menjadi buruk dan sedang-baik; tabel 2 × 2 dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Test pada α = 0,05.

Hasil:
Gangguan kognitif ringan dan berat masing-masing ditemukan pada 19 responden (38%), sedangkan fungsi kognitif normal pada 12 responden (24%). Kualitas hidup didominasi kategori sedang pada 31 responden (62%), diikuti buruk 14 responden (28%) dan baik 5 responden (10%). Pada kelompok fungsi kognitif normal-ringan, 27 dari 31 responden (87,1%) memiliki kualitas hidup sedang-baik; pada kelompok gangguan berat, 10 dari 19 responden (52,6%) memiliki kualitas hidup buruk. Fisher’s Exact Test menunjukkan hubungan yang bermakna antara fungsi kognitif dan kualitas hidup (p = 0,004).

Kesimpulan:
Fungsi kognitif berhubungan signifikan dengan kualitas hidup lansia di fasilitas tersebut. Stimulasi kognitif terstruktur dan pemantauan berkala dapat dipertimbangkan untuk mendukung pemeliharaan fungsi kognitif dan kualitas hidup secara berkesinambungan di lingkungan panti.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Fungsi Kognitif; Kualitas Hidup; Lansia; MMSE; WHOQOL-BREF
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 618 Ginekologi, obstetri, pediatri, geriatri
Divisions: KEPERAWATAN (S1)
Depositing User: Unnamed user with email lib.wirahusada@gmail.com
Date Deposited: 09 Oct 2026 01:45
Last Modified: 09 Oct 2026 01:45
URI: https://repository.stikeswirahusada.ac.id/id/eprint/978

Actions (login required)

View Item
View Item